HTI, Jokowi dan Taxi Online

Hizbut Tahrir Indonesia, Jokowi dan Taxi Online

Oleh : Hersubeno Arief  (Konsultan Media dan Politik)

Apa kalkulasi dan target politik pemerintahan Jokowi mengajukan pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI)?

Dari sisi hukum perdebatannya bisa sangat panjang. Namun dari sisi perubahan sosio-demografis dan sosio-politis jawabannya menjadi sangat sederhana.

Jokowi dan orang-orang di pemerintahannya, terutama beberapa orang dekatnya gagal memahami adanya sebuah perubahan besar. Dalam bahasa anak muda sekarang “gagal paham.”

Di era digital yang segala sesuatunya berubah sangat cepat, pemahaman dan adaptasi terhadap perubahan itu sangat penting. Sebuah keniscayaan, hukum alam yang tidak bisa ditentang.

Setidaknya ada tiga penyebab mengapa Jokowi dan beberapa pembantu dekatnya seperti Luhut Binsar Panjaitan gagal paham.

Pertama, cultural shock generasi digital immigrant.

Kedua,kegagalan memahami perubahan prinsip owning ke sharing.

Ketiga, kegagalan memahami sosio-demografis dan politis umat Islam.
BACA SELENGKAPNYA “HTI, Jokowi dan Taxi Online”