Lahir WNA, Ahok Tak Bisa Jadi Presiden RI

Lahir sebagai WN Asing, Ahok Tidak Bisa Jadi Calon Presiden

Ahok sidang

Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok tidak bisa menjadi calon presiden atau wakil presiden Republik Indonesia karena ternyata baru menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada tahun 1986 saat usianya sudah 20 tahun. Sementara Pasal 6 ayat 1 UUD 1945 mensyaratkan calon presiden dan calon wakil presiden harus Warga Negara Indonesia (WNI) sejak kelahirannya.

Demikian dijelaskan oleh pakar Hukum Tata Negara Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra yang juga ketua umum Partai Bulan Bintang (PBB) dalam Kongres Umat Islam Sumatera Utara di Medan, Jumat, 30 Maret 2018.

“Ahok tidak dapat menjadi Presiden karena terhalang status kewarganegaraannya saat lahir. Dia tidak lahir sebagai Warga Negara Indonesia. Itu bisa dicek datanya di catatan sipil,” kata Yusril.

Mantan menteri kehakiman & HAM serta menteri sekretaris negara ini mengaku mengenal baik Ahok karena sama-sama lahir dan besar di Belitung Timur. Bahkan Yusril kalau bicara sama Ahok biasa pakai bahasa Cina.

“Ayah Ahok, Tjoeng Kiem Nam, warga negara Tiongkok. Dan, ketika ada penentuan kewarganegaraan pada 1962, Tjoeng Kim Nam memilih  jadi Warga Negara RRT (Republik Rakyat Tiongkok). Ahok lahir pada tahun 1966, berarti Ahok adalah Warga Negara RRT. Dan Ahok baru dinaturalisasi menjadi WNI itu sekitar tahun 1986,” kata Yusril. “Jadi Ahok tidak bisa (jadi presiden), yang lain bisa.”

Yusril menerangkan, hal ini tidak sesuai dengan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 yang diamandemen pada 2003. Pasal 6 ayat 1 UUD 1945 menyatakan calon presiden dan calon wakil presiden harus Warga Negara Indonesia sejak kelahirannya dan tidak pernah menerima kewarganegaraan lain karena kehendaknya sendiri.*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>