Jokowi Diktator?

Mosok Sih Presiden Jokowi Bisa Jadi Diktator?

Oleh : Hersubeno Arief  (Konsultan Media dan Politik)

Jokowi disifatkan diktatorAnda percaya orang seperti Presiden Jokowi bisa menjadi diktator?

Kalau melihat penampilannya rasa-rasanya sih tidak mungkin ya. Jauh panggang dari api.

Penampilannya sangat sederhana, murah senyum, bersahabat, senang blusukan, dekat dengan rakyat.

Saking dekat dan akrabnya dengan rakyat, dalam salah satu kunjungan ke Mandailing Natal, Sumatera Utara,   Presiden Jokowi sempat bagi-bagi makanan ringan yang jadi bekalnya di perjalanan.

Presiden yang duduk dalam mobil, dengan santainya melempar-lemparkan makanan ke warga yang menyambut dan mengelu-elukan di sepanjang jalan.
BACA SELENGKAPNYA “Jokowi Diktator?”

Prabowo-Hatta Terima Keputusan MK

Koalisi Merah Putih Terima Keputusan MK dengan Catatan


Koalisi Merah Putih yang mewakili Prabowo-Hatta menyatakan menerima putusan Mahkamah Konstitusi, tetapi menambahkan bahwa keputusan itu belum mencerminkan kebenaran.

“Putusan MK, meskipun bersikap final dan mengikat, belum tentu mencerminkan kebenaran dan keadilan substantif bagi rakyat Indonesia,” kata Tantowi Yahya, juru bicara Koalisi Merah Putih.

Tantowi lebih jauh mengatakan, sistem persidangan Mahkamah Konstitusi ternyata tidak mengindahkan pembuktian secara mendalam dan tidak dapat mengungkap keterangan saksi yang jumlahnya jauh lebih banyak dari yang disetujui.

Dengan keluarnya keputusan Mahkamah Konstitusi yang bersifat mengikat dan final, maka pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla dipastikan menjadi presiden terpilih dan akan diangkat menjadi presiden dan wakil presiden baru pada Oktober mendatang, menggantikan Susilo Bambang Yudhoyono.

Koalisi Merah Putih pun menyatakan kompak berdiri di luar pemerintahan sebagai oposisi. Dengan kekuatan parlemen yang lebih besar dari kubu Joko Widodo-Jusuf Kalla, Koalisi Merah Putih bisa menjadi bantu sandungan dalam proses pemerintahan mendatang.

Koalisi Merah Putih terdiri dari Partai Gerindra, Partai Golkar, PAN, PPP, PKS dan PBB. Sedangkan Partai Demokrat meskipun mendukung pencalonan Prabowo Hatta lebih memilih berdiri independen di luar kubu pendukung Prabowo dan Joko Widodo. Demokrat menyatakan akan menjadi kekuatan penyeimbang, bukan opisisi, di parlemen mendatang.*

MK Tolak Gugatan Prabowo-Hatta

Mahkamah Konstitusi Tolak Gugatan Prabowo-Hatta, Joko Widodo-Jusuf Kalla Presiden Terpilih


Mahkamah Konstitusi akhirnya memutuskan menolak seluruh gugatan perselisihan hasil pemilu presiden dan wakil presiden yang diajukan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

Dalam amar keputusannya yang dibacakan oleh ketuanya, Hamdan Zoelva, Kamis (21/8) malam, Mahkamah Konstitusi menilai tidak ada kecurangan yang terstruktur, sistematis dan massif yang dilakukan penyelenggara pemilu pada pemilu presiden 2014 seperti yang dituduhkan Tim Prabowo-Hatta.

MK menyatakan, Tim Prabowo-Hatta dalam pokok permohonannya tidak mampu menjelaskan secara detil bagaimana kecurangan tersebut dilakukan. Saksi yang dihadirkan juga tidak mampu membuktikan kecurangan yang terjadi.

Hakim Mahkamah Konstitusi juga menilai tidak ada bukti bahwa Daftar Pemilih Khusus (DPK), Daftar Pemilih Tambahan (DPT) dan Daftar Pemilih Khusus Tambahan (DPKT) disalahgunakan dan menguntungkan salah satu pasangan serta merugikan pasangan lain.

Selain itu, MK juga menilai hitungan suara pilpres yang diungkapkan Tim Prabowo-Hatta tidak beralasan menurut hukum. Dan saksi pun gagal menunjukkan kebenaran hitungan tersebut.

Sebagaimana diketahui, Prabowo-Hatta meminta MK agar menetapkan mereka sebagai pemenang Pilpres karena mereka mengaku telah mendapatkan 67.139.153 suara, sementara pasangan Jokowi-JK hanya mendapatkan 66.435.124 suara. Sedangkan Sementara Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan Prabowo-Hatta mendapatkan 62.576.444 suara dan Jokowi-JK mendapatkan 70.997.833 suara.

Hamdan Zoelva menyatakan, “Amar putusan mengadili, memutuskan menolak eksepsi pemohon dan eksepsi pihak terkait, dalam pokok permohonan menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya.”

Mahkamah Konstitusi juga menolak keberatan tim Prabowo-Hatta terkait pembukaan kotak suara oleh Komisi Pemilihan Umum dan tinta yang bisa dihapus dan politik uang.

Sementara itu, anggota Tim Kuasa Hukum pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Maqdir Ismail, menilai putusan MK itu kontradiksi dengan putusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Dengan keluarnya keputusan Mahkamah Konstitusi yang bersifat mengikat dan final, maka pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla dipastikan menjadi presiden terpilih dan akan diangkat menjadi presiden dan wakil presiden baru pada Oktober mendatang, menggantikan Susilo Bambang Yudhoyono.*

BACA JUGA:
Ulama Banten Siap Menangkan Prabowo-Hatta
Prabowo Dulu Aktif Membantu ABRI Hijau 1

Kabar Terakhir Prabowo Malam ini

INGIN TAHU KABAR Pak Prabowo malam ini?

Oleh: Nanik S. Deyang (wartawati)

Saat saya terkulai di sofa, menahan panas badan setelah dua hari ini di dera flu berat, saya melihat salah satu asisten di rumah berlari-lari membawa handphone saya yang bunyi. Saya lihat ada nama seketaris Pak Prabowo Subianto (PS), Mas Irwan.

“Mbak dimana?” tanya Mas Irwan.
“Di rumah, tepar nih Mas.. kenapa mas?” jawabku.
“Enggak. Kalau dekat Jalan Diponegoro, bapak mau ketemu.”
“Ya sudah, saya ke situ aja, aku pengin lihat bapak biar sembuh sakitku,” kataku.

“Gak usah Mbak. Mbak kan di Cibubur, jauh.” Mas Irwan tahu bahwa Pak PS itu orang yg paling tidak mau menyusahkan orang. Jadi, meski saya tidak apa-apa jalan menemui bapak, mas Irwan bilang ndak usah.

“Kasihan mbak, kata bapak begitu.”
Ya sudah, saya rebahan lagi. Eh tidak lama kemudian, Mas Irwan telpon lagi, rupanya kali ini suara Pak PS sendiri.

“Mbak Nanik dimana? Sakit ya? Aduh kasihan, tapi tadi sempat monitor kan?”

“Iya Pak, saya drop banget Pak.”
“Jangan sakit. Saya saja sehat, masak Mbak Nanik sakit,” kata Pak PS di ujung telpon dengan tawa riang. (Masyallah, manusia hebat yang seharusnya jadi Presiden, namun dicurangi ini masih bisa membesarkan hati saya, padahal dia sudah dihabisi dengan berbagai fitnah dan kecurangan hari ini).

Saya benar-benar seperti terbangun dari keterpurukan, saat mendengar suara Pak PS begitu riang, tidak sedikit pun ada beban. Kami telpon lebih setengah jam, dan kadang kami tertawa-tawa terhadap segala derita yang menimpa kubu Pak PS.

Tak terasa air mataku terus meleleh, bersamaan dengan keluarnya keringat dari tubuh saya, dan suhu badan saya pun langsung turun. Pak PS mengatakan, ia tidak akan bertarung melalui Mahkamah Konstitusi (MK), karena percuma, pasti juga akan kalah dengan duit dari pihak lawan yang tidak ada batasnya dan bisa membeli apa saja.

“Saya mundur supaya saya dan pemilih saya tidak ikut dalam permainan kotor mereka,” kata Pak PS.

“Saya juga tidak AKAN MEREBUT KEMENANGAN MEREKA,” kata Pak PS.

Pak PS mengatakan, ia bisa saja mengerahkan pengikutnya kalau hanya mau merebut kekuasaan, namun ia berkali-kali mengatakan, ia lebih memilih menang secara MORAL dengan mundur dan tidak meneruskan pertarungan yang penuh dengan kecurangan. Pak PS mengatakan, bersama rekan koalisi tetap akan membangun negeri ini.

Saya tidak tahan dengar suaranya yang arif dan bijak. saya benar-benar menangis.

Setelah menutup telpon dengan Pak PS, saya bilang pada Allah SWT, “Ya Rab, jika toh kali ini Engkau tidak kabulkan doaku Prabowo jadi Presiden, tapi perbolehkan saya untuk menganggap Prabowo adalah The Real President, karena sejatinya dia lah yang MENANG, karena didukung oleh suara riil rakyat yang lebih banyak, bukan seperti sebelah yg sebetulnya didukung rakyat secara artifisial (suara fiktif).”

Dan saya akan mengajak teman-teman untuk mendukung Pak Prabowo, terus berjuang untuk Indonesia Raya. Bagi Pak Prabowo, tidak menjadi Presiden sebetulnya tidak patekan. Tapi rakyat Indonesia justru kehilangan kesempatan memiliki pemimpin yang tulus dan ikhlas.*

BACA JUGA:
Habib Kwitang Doakan Prabowo-Hatta Menang
Mencatat Sejarah Masyumi

Hikmah Pilpres Tahun Ini

PILPRES yang PENUH HIKMAH

Oleh: Rudi B. Rosidi

Bersyukur kepada Allah SWT, dengan adanya Pilpres 2014 ini. Banyak hikmah yang didapatkan dari Pilpres kali ini:

1. Ketegasan warna Kelompok Islam dan Kelompok Sekuler semakin kuat. Kondisi ini mengurangi dan mempersempit gerak kelompok abu-abu yang menciderai kualitas ketegasan sebuah ideologi.

2. Ketegasan warna Masyarakat Rasional dan Masyarakat Emosional semakin jelas.

3. Pembedaan antara cendekiawan-akademisi yang sesungguhnya, dengan cendekiawan-aka demisi yang menjadi “pelacur budaya ilmiah” semakin dipahami oleh masyarakat rasional.

4. Polarisasi kualitas teman, rekan dan orang pada umumnya semakin menguat. Mana rekan yang rasional, mau membuka ruang dialog, berdiskusi, dan menyukai majelis ilmu, dan mana rekan yang emosional, memaksakan kehendak, suka berdebat, dan menyukai majelis gosip.

5. Masyarakat bisa lebih memahami bahwa hampir tak ada satu media pun yang tidak punya kepentingan dan menjunjung tinggi nilai-nilai obyektifitas. Bahwa kehidupan kita tidak lepas dari konspirasi informasi yang berusaha mencuci otak orang-orang awam.

6. Kita akhirnya ‘dipaksakan’ untuk memilih mana kelompok elite, kelompok masyarakat, dan media yang dijadikan sebagai sumber informasi dan teman sejati.

7. Masyarakat menjadi terbuka mata hatinya bahwa campur tangan asing pada bangsa ini begitu kuat adanya. Mereka melakukan konspirasi yang hanya bertujuan mengeruk keuntungan dari bangsa ini dengan cara memecah belah anak-anak bangsa, salah satunya melalui tangan-tangan para pengkhianat bangsa.

8. Masyarakat menjadi lebih paham bahwa dunia politik menjadi amat sangat penting untuk kita fikirkan karena akan sangat mempengaruhi kehidupan bangsa.

9. Masyarakat menjadi lebih memahami pentingnya persatuan dalam melawan ketidakadilan.

10. Masyarakat menjadi lebih paham bahwa tantangan yang dihadapi bangsa ini semakin berat. Dan,

11. Kita semua bisa memahami, pada setiap perjuangan dan totalitas melakukan menyerukan keyakinan kebenaran, kita masih berada pada level mana, seorang kader, anggota, simpatisan, apatis, atau malah menjadi hater.

Semoga generasi penerus bangsa ini tidak dipenuhi oleh orang-orang yang hanya berfungsi seperti buih yang mudah terombang-ambing. Namun dipenuhi oleh ombak-ombak yang mampu menghasilkan energi besar untuk memecah karang kesuraman hidup. Pilihan kita adalah keputusan yang akan dipertanggungjawabkan tidak hanya di dunia, namun jua selepas nafas terputus dari raga.

“Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggung jawaban)?” (QS. Qiyamah: 36)

“Sesungguhnya pendengaran, penglihatan & hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawa bannya.” (QS. Al-Isra’: 36)

Semoga Tuhan memberikan hidayah dan taufik kepada kita semua. Aamiin…

SILAKAN BACA JUGA:
Bertemu PBNU, Prabowo Sepakat Buat Suasana Politik Sejuk
Habib Kwitang Doakan Prabowo-Hatta Menang

Bertemu PBNU, Prabowo Sepakat Buat Suasana Politik Sejuk

Prabowo Bertemu PBNU, Sepakat Jaga Suasana Politik Sejuk

 

Calon Presiden Prabowo Subianto hari ini, Selasa 15 Juli 2014, bertemu dengan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siradz bersama 12 ketua ormas NU. Pertemuan ini membahas situasi politik saat ini yang semakin memanas.

“Kita silaturahmi. Kita prihatin. Kita himbau susana sejuk. Saya instruksikan semua kader dan simpatisan jangan terprovokasi,” kata Prabowo di kantor PBNU, Jakarta.

Prabowo mengatakan, silaturahmi ini juga sekaligus menjalin kesepakatan dengan PBNU bersama 12 Ormasnya untuk tetap menjaga keamanan para pendukung dan menurunkan suhu politik.

“Kami mendapat kesepakatan untuk sinergi. Kami prihatin dengan upaya mempengaruhi politik. Waspada intervensi asing. Dengan NU kita akan menjaga kesejukan,” ujar Prabowo.

Bagi semua pendukungnya dan jajaran NU, Prabowo meminta semua untuk bersabar dan kuat menahan intimidasi. Ia berjanji akan berupaya melindungi para pendukungnya dan seluruh rakyat Indonesia.

“Jangan takut. Kita sabar bukan lemah. Kita mengutamakan jalan damai. Kita percaya NKRI akan tetap bersatu,” terang Prabowo.

Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu meminta semua kubu untuk bersabar menunggu hasil keputusan KPU. “Kita tunggu semuanya. Proses demokrasi masih berjalan,” jelas dia. (ren)

Sumber: Vivanews

SILAKAN BACA JUGA:
Silaturahim Prabowo-Jokowi
Aktivis Masjid Salman ITB Dukung Prabowo-Hatta

Silaturahim Prabowo-Jokowi

ICMI Dukung Rencana Silaturahimkan Prabowo-Jokowi

 

Presidium Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Prof Nanat Fatah Natsir, mendukung usulan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, untuk mengadakan silaturahim antara dua kandidat yang bersaing dalam Pemilu Presiden untuk menciptakan suasana yang sejuk.

“Sebaiknya silaturahim itu secepatnya dilakukan untuk memberikan suasana sejuk agar tidak terjadi perpecahan di masyarakat,” kata Nanat Fatah Natsir dihubungi di Jakarta, Selasa.

Namun, berbeda dengan usulan Din Syamsuddin yang akan menyatakan Muhammadiyah akan memfasilitasi silaturahim itu, Nanat mengusulkan agar silaturahim itu melibatkan para penyelenggara pemilu seperti KPU dan Bawaslu.

“Saya mengusulkan Ketua KPU Husni Kamil Malik dan Ketua Bawaslu Muhammad yang mengundang kedua calon presiden dan wakil presiden bersilaturahim dalam acara buka bersama,” tuturnya.

Sebelumnya, pada diskusi “Peta Damai Pascapilpres” yang diadakan MPR, Senin (14/7), Din menyatakan akan memfasilitasi Prabowo Subianto dan Joko Widodo untuk bersilaturahim guna menciptakan suasana sejuk.

“Saya melihat berbagai elemen masyarakat saat ini sudah terbelah karena penyelenggaraan pilpres. Bahkan, kiai dan ulama juga terbelah,” kata Din.

Sumber: Republika Online

SILAKAN BACA JUGA:
Prabowo Dulu Aktif Membantu ABRI Hijau (1)
Aktivis Masjid Salman ITB Dukung Prabowo-Hatta