Isa Anshari tentang Muslihat Politik PKI

KH Muhammad Isa Anshari tentang Muslihat Politik PKI

KH MUH. ISA ANSHARI
KH Muh. Isa Anshari (1916-1969)

Kita kagum dengan ketjerdikan dan kelitjinan kaum komunis memikat hati kaum nasionalis Indonesia. Kita kasihan melihat kebodohan kaum nasionalis jang begitu gampang masuk perangkap kaum komunis. Perangkap “Front Persatuan Nasional”[1], perangkap “perdamaian nasional” dan sebagainja.

Bagi orang jang mengikuti historia perdjuangan kaum komunis seluruh dunia, mudah untuk mendapatkan kepastian, bahwa kaum komunis lebih mementingkan dan mentaati komando Kremlin dan Kominform daripada memikirkan keselamatan bangsa dan tanah air.

Pemberontakan Madiun (tahun 1948) tjukup mendjadi bukti jang njata dan tegas. Pada saat Republik Indonesia menghadapi antjaman dari luar (tentara Belanda) kaum komunis menikam Republik kita dari dalam. Karena begitu perintah Moskow jang harus ditaati.
BACA SELENGKAPNYA “Isa Anshari tentang Muslihat Politik PKI”

Penodaan terhadap Agama Islam oleh PKI

Aksi-aksi PKI terhadap Agama Islam dan Ulama di Jawa Timur

1. PKI Menyerbu Masjid yang Didirikan Sunan Ampel di Surabaya

MASJID RAHMAT DI KEMBANGKUNING, SURABAYA. Diserbu PKI dan akan dijadikan Markas PKI Surabaya
MASJID RAHMAT DI KEMBANGKUNING, SURABAYA. Diserbu PKI dan akan dijadikan Markas PKI Surabaya

Sunan Ampel, Bapak para Walisongo yang dihormati umat Islam se-Jawa, bahkan se-Nusantara, mendirikan sebuah masjid (Masjid Rahmat) di kawasan Kembangkuning, persis di jantung kota Surabaya. Mesjid tersebut dirawat dan dikeramatkan oleh umat Islam di Jawa hingga kini. Mesjid tersebut digunakan sebagai pusat dakwah Islam dan aktivitas keagamaan lainnya.

Sejak pemilu 1955 posisi PKI Surabaya semakin menguat apalagi didukung sebagian aparat tentara. Dengan kekuatan yang ada itu, pada tahun 1962 gerombolan Pemuda Rakyat didukung kawanan Gerwani yang garang menyerbu mesjid keramat tersebut. Tempat suci itu diinjak-injak sambil menyanyi dan menari-nari menyanyikan lagu Genjer-genjer. Bahkan mereka bermaksud mengubah mesjid tersebut menjadi markas Gerwani.

Bagi kader NU, terutama Ansor, dan umat Islam Surabaya pada umumnya, tidak ada pilihan lain kecuali menghadapi PKI yang sudah berani menodai mesjid yang suci dan dikeramatkan tersebut dengan jihad. Maka terjadilah benturan dua kekuatan sosial itu. Akan tetapi, karena jumlah pasukan NU lebih banyak, akhirnya gerombolan PKI bisa diringkus dan diseret ke pengadilan.
BACA SELENGKAPNYA “Penodaan terhadap Agama Islam oleh PKI”