Kabar Terakhir Prabowo Malam ini

INGIN TAHU KABAR Pak Prabowo malam ini?

Oleh: Nanik S. Deyang (wartawati)

Saat saya terkulai di sofa, menahan panas badan setelah dua hari ini di dera flu berat, saya melihat salah satu asisten di rumah berlari-lari membawa handphone saya yang bunyi. Saya lihat ada nama seketaris Pak Prabowo Subianto (PS), Mas Irwan.

“Mbak dimana?” tanya Mas Irwan.
“Di rumah, tepar nih Mas.. kenapa mas?” jawabku.
“Enggak. Kalau dekat Jalan Diponegoro, bapak mau ketemu.”
“Ya sudah, saya ke situ aja, aku pengin lihat bapak biar sembuh sakitku,” kataku.

“Gak usah Mbak. Mbak kan di Cibubur, jauh.” Mas Irwan tahu bahwa Pak PS itu orang yg paling tidak mau menyusahkan orang. Jadi, meski saya tidak apa-apa jalan menemui bapak, mas Irwan bilang ndak usah.

“Kasihan mbak, kata bapak begitu.”
Ya sudah, saya rebahan lagi. Eh tidak lama kemudian, Mas Irwan telpon lagi, rupanya kali ini suara Pak PS sendiri.

“Mbak Nanik dimana? Sakit ya? Aduh kasihan, tapi tadi sempat monitor kan?”

“Iya Pak, saya drop banget Pak.”
“Jangan sakit. Saya saja sehat, masak Mbak Nanik sakit,” kata Pak PS di ujung telpon dengan tawa riang. (Masyallah, manusia hebat yang seharusnya jadi Presiden, namun dicurangi ini masih bisa membesarkan hati saya, padahal dia sudah dihabisi dengan berbagai fitnah dan kecurangan hari ini).

Saya benar-benar seperti terbangun dari keterpurukan, saat mendengar suara Pak PS begitu riang, tidak sedikit pun ada beban. Kami telpon lebih setengah jam, dan kadang kami tertawa-tawa terhadap segala derita yang menimpa kubu Pak PS.

Tak terasa air mataku terus meleleh, bersamaan dengan keluarnya keringat dari tubuh saya, dan suhu badan saya pun langsung turun. Pak PS mengatakan, ia tidak akan bertarung melalui Mahkamah Konstitusi (MK), karena percuma, pasti juga akan kalah dengan duit dari pihak lawan yang tidak ada batasnya dan bisa membeli apa saja.

“Saya mundur supaya saya dan pemilih saya tidak ikut dalam permainan kotor mereka,” kata Pak PS.

“Saya juga tidak AKAN MEREBUT KEMENANGAN MEREKA,” kata Pak PS.

Pak PS mengatakan, ia bisa saja mengerahkan pengikutnya kalau hanya mau merebut kekuasaan, namun ia berkali-kali mengatakan, ia lebih memilih menang secara MORAL dengan mundur dan tidak meneruskan pertarungan yang penuh dengan kecurangan. Pak PS mengatakan, bersama rekan koalisi tetap akan membangun negeri ini.

Saya tidak tahan dengar suaranya yang arif dan bijak. saya benar-benar menangis.

Setelah menutup telpon dengan Pak PS, saya bilang pada Allah SWT, “Ya Rab, jika toh kali ini Engkau tidak kabulkan doaku Prabowo jadi Presiden, tapi perbolehkan saya untuk menganggap Prabowo adalah The Real President, karena sejatinya dia lah yang MENANG, karena didukung oleh suara riil rakyat yang lebih banyak, bukan seperti sebelah yg sebetulnya didukung rakyat secara artifisial (suara fiktif).”

Dan saya akan mengajak teman-teman untuk mendukung Pak Prabowo, terus berjuang untuk Indonesia Raya. Bagi Pak Prabowo, tidak menjadi Presiden sebetulnya tidak patekan. Tapi rakyat Indonesia justru kehilangan kesempatan memiliki pemimpin yang tulus dan ikhlas.*

BACA JUGA:
Habib Kwitang Doakan Prabowo-Hatta Menang
Mencatat Sejarah Masyumi

Hikmah Pilpres Tahun Ini

PILPRES yang PENUH HIKMAH

Oleh: Rudi B. Rosidi

Bersyukur kepada Allah SWT, dengan adanya Pilpres 2014 ini. Banyak hikmah yang didapatkan dari Pilpres kali ini:

1. Ketegasan warna Kelompok Islam dan Kelompok Sekuler semakin kuat. Kondisi ini mengurangi dan mempersempit gerak kelompok abu-abu yang menciderai kualitas ketegasan sebuah ideologi.

2. Ketegasan warna Masyarakat Rasional dan Masyarakat Emosional semakin jelas.

3. Pembedaan antara cendekiawan-akademisi yang sesungguhnya, dengan cendekiawan-aka demisi yang menjadi “pelacur budaya ilmiah” semakin dipahami oleh masyarakat rasional.

4. Polarisasi kualitas teman, rekan dan orang pada umumnya semakin menguat. Mana rekan yang rasional, mau membuka ruang dialog, berdiskusi, dan menyukai majelis ilmu, dan mana rekan yang emosional, memaksakan kehendak, suka berdebat, dan menyukai majelis gosip.

5. Masyarakat bisa lebih memahami bahwa hampir tak ada satu media pun yang tidak punya kepentingan dan menjunjung tinggi nilai-nilai obyektifitas. Bahwa kehidupan kita tidak lepas dari konspirasi informasi yang berusaha mencuci otak orang-orang awam.

6. Kita akhirnya ‘dipaksakan’ untuk memilih mana kelompok elite, kelompok masyarakat, dan media yang dijadikan sebagai sumber informasi dan teman sejati.

7. Masyarakat menjadi terbuka mata hatinya bahwa campur tangan asing pada bangsa ini begitu kuat adanya. Mereka melakukan konspirasi yang hanya bertujuan mengeruk keuntungan dari bangsa ini dengan cara memecah belah anak-anak bangsa, salah satunya melalui tangan-tangan para pengkhianat bangsa.

8. Masyarakat menjadi lebih paham bahwa dunia politik menjadi amat sangat penting untuk kita fikirkan karena akan sangat mempengaruhi kehidupan bangsa.

9. Masyarakat menjadi lebih memahami pentingnya persatuan dalam melawan ketidakadilan.

10. Masyarakat menjadi lebih paham bahwa tantangan yang dihadapi bangsa ini semakin berat. Dan,

11. Kita semua bisa memahami, pada setiap perjuangan dan totalitas melakukan menyerukan keyakinan kebenaran, kita masih berada pada level mana, seorang kader, anggota, simpatisan, apatis, atau malah menjadi hater.

Semoga generasi penerus bangsa ini tidak dipenuhi oleh orang-orang yang hanya berfungsi seperti buih yang mudah terombang-ambing. Namun dipenuhi oleh ombak-ombak yang mampu menghasilkan energi besar untuk memecah karang kesuraman hidup. Pilihan kita adalah keputusan yang akan dipertanggungjawabkan tidak hanya di dunia, namun jua selepas nafas terputus dari raga.

“Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggung jawaban)?” (QS. Qiyamah: 36)

“Sesungguhnya pendengaran, penglihatan & hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawa bannya.” (QS. Al-Isra’: 36)

Semoga Tuhan memberikan hidayah dan taufik kepada kita semua. Aamiin…

SILAKAN BACA JUGA:
Bertemu PBNU, Prabowo Sepakat Buat Suasana Politik Sejuk
Habib Kwitang Doakan Prabowo-Hatta Menang

Bertemu PBNU, Prabowo Sepakat Buat Suasana Politik Sejuk

Prabowo Bertemu PBNU, Sepakat Jaga Suasana Politik Sejuk

 

Calon Presiden Prabowo Subianto hari ini, Selasa 15 Juli 2014, bertemu dengan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siradz bersama 12 ketua ormas NU. Pertemuan ini membahas situasi politik saat ini yang semakin memanas.

“Kita silaturahmi. Kita prihatin. Kita himbau susana sejuk. Saya instruksikan semua kader dan simpatisan jangan terprovokasi,” kata Prabowo di kantor PBNU, Jakarta.

Prabowo mengatakan, silaturahmi ini juga sekaligus menjalin kesepakatan dengan PBNU bersama 12 Ormasnya untuk tetap menjaga keamanan para pendukung dan menurunkan suhu politik.

“Kami mendapat kesepakatan untuk sinergi. Kami prihatin dengan upaya mempengaruhi politik. Waspada intervensi asing. Dengan NU kita akan menjaga kesejukan,” ujar Prabowo.

Bagi semua pendukungnya dan jajaran NU, Prabowo meminta semua untuk bersabar dan kuat menahan intimidasi. Ia berjanji akan berupaya melindungi para pendukungnya dan seluruh rakyat Indonesia.

“Jangan takut. Kita sabar bukan lemah. Kita mengutamakan jalan damai. Kita percaya NKRI akan tetap bersatu,” terang Prabowo.

Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu meminta semua kubu untuk bersabar menunggu hasil keputusan KPU. “Kita tunggu semuanya. Proses demokrasi masih berjalan,” jelas dia. (ren)

Sumber: Vivanews

SILAKAN BACA JUGA:
Silaturahim Prabowo-Jokowi
Aktivis Masjid Salman ITB Dukung Prabowo-Hatta

Silaturahim Prabowo-Jokowi

ICMI Dukung Rencana Silaturahimkan Prabowo-Jokowi

 

Presidium Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Prof Nanat Fatah Natsir, mendukung usulan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, untuk mengadakan silaturahim antara dua kandidat yang bersaing dalam Pemilu Presiden untuk menciptakan suasana yang sejuk.

“Sebaiknya silaturahim itu secepatnya dilakukan untuk memberikan suasana sejuk agar tidak terjadi perpecahan di masyarakat,” kata Nanat Fatah Natsir dihubungi di Jakarta, Selasa.

Namun, berbeda dengan usulan Din Syamsuddin yang akan menyatakan Muhammadiyah akan memfasilitasi silaturahim itu, Nanat mengusulkan agar silaturahim itu melibatkan para penyelenggara pemilu seperti KPU dan Bawaslu.

“Saya mengusulkan Ketua KPU Husni Kamil Malik dan Ketua Bawaslu Muhammad yang mengundang kedua calon presiden dan wakil presiden bersilaturahim dalam acara buka bersama,” tuturnya.

Sebelumnya, pada diskusi “Peta Damai Pascapilpres” yang diadakan MPR, Senin (14/7), Din menyatakan akan memfasilitasi Prabowo Subianto dan Joko Widodo untuk bersilaturahim guna menciptakan suasana sejuk.

“Saya melihat berbagai elemen masyarakat saat ini sudah terbelah karena penyelenggaraan pilpres. Bahkan, kiai dan ulama juga terbelah,” kata Din.

Sumber: Republika Online

SILAKAN BACA JUGA:
Prabowo Dulu Aktif Membantu ABRI Hijau (1)
Aktivis Masjid Salman ITB Dukung Prabowo-Hatta

Prabowo Dulu Aktif Membantu ABRI Hijau – 1

PRABOWO DULU AKTIF MEMBANTU ABRI HIJAU (1)

Wawancara Tabloid SUARA MUSLIM dengan Brigjen (Purn) ADITYAWARMAN THAHA (mantan Staf Ali Panglima ABRI)

???????????????????????????????
Brigjen TNI Purn. ADITYAWARMAN THAHA

Lelaki kelahiran Sumatera Barat, 4 Maret 1945 ini senang berada di balik layar. Ia jarang muncul di publik. Padahal peran dia cukup besar dalam usaha dakwah Islam di kalangan militer. Bersama Kivlan Zen dkk sewakru pendidikan militer di Magelang dulu, tahun 1967-an, Adit aktif dalam menggerakkan taruna untuk mendalami Islam. “Kita kadang mengadakan pengajian di luar asrama dengan mengundang penceramah luar,” kata Adit dalam wawancaranya dengan Suara Islam.

Sebetulnya Adit sudah diminta wawancara Suara Islam dua tahun lalu, Adit tidak bersedia. Sekarang di Pilpres ini, Adit mau tampil untuk menyampaikan kenapa memilih PRABOWO untuk menjadi presiden.

Sebelum masuk taruna di Magelang, Adit sempat menghadap Buya Mohammad Natsir, tokoh Islam nasional yang sangat disegani saat itu. Ia diberi Pak Natsir selebnar surat untuk dibawa ke tokoh PP (Pelajar Islam Indonesia) dan Masyumi Magelang, Bapak Cholil Badawi. Di rumah Pak Cholil lah, Adit, Kivlan, Bambang Sukoco, Saiful Islam, Anwar Sudarminto dan lain-lain sering mengadakan diskusi-diskusi tentang masalah keislaman.

Adit, mantan Kepala Dinas Penerangan Umum Puspen ABRI (1995) ini memang hobi dengan kegiatan-kegiatan Islam. Ia berkisah tentang masa lalunya:
BACA SELENGKAPNYA “Prabowo Dulu Aktif Membantu ABRI Hijau – 1″

Prabowo Sadarkan Pak Harto dari Tipu Daya Moerdani

“MOERDANI BIKIN ORBA BRINGAS, PRABOWO SADARKAN PAK HARTO”

By @TM2000Back

http://twitpic.com/e50dsl

Triomacan2000    @TM2000Back 01/Jul/2014 01:15:13 AM UTC:

Ternyata masih banyak teman tuips yang belum tahu apa itu Orde Baru. Kita bahas ya sekilas.

Eng ing eeng… Apa itu Orde Baru? Binatang apakah dia?

Eng ing eeng… Orde Baru adalah nama atau sebutan untuk satu masa pemerintahan atau regim presiden Suharto mulai 1966-1998

Era Orde Baru itu untuk membedakan dengan orde lama 1949 1965 dan jaman revolusi kemerdekaan 1945 – 1949

Orde Baru dibagi tiga periode gaya kepemimpinan Suharto:
- 1966-1976 (masa konsolidasi)
- 1977-1990 (masa represif),
- 1990-1998 (masa kebangkitan Islam)

Pada tahun 1966-1990 atau selama 24 tahun Suharto menggunakan kekuatan ABRI-Birokrasi-Golkar utk berkuasa dan menyingkirkan kekuatan Islam

Selama 24 tahun (1966-1990) umat Islam disingkirkan dan secara bertahap menjadi warga negara kelas 2 (dua) di Indonesia meski mayoritas.

Secara bertahap, kelompok Katolik, Kejawen (agama Jawa) dan Tionghoa (cina Indonesia) menjadi warga negara kelas I, atau warga utama.
BACA SELENGKAPNYA “Prabowo Sadarkan Pak Harto dari Tipu Daya Moerdani”