Mencatat Sejarah Masyumi

Mencatat Sejarah Masjoemi *

 

Setelah proklamasi pada tahun 1945, Indonesia memasuki masa paling labil dalam membentuk sebuah negara. Dalam beberapa tulisannya Ricklef menegaskan bahwa Indonesia pada tahun-tahun tersebut merupakan masa pencobaan demokrasi. Masa pencobaan demokrasi ini dikatakan Ricklef atas dasar bahwa pada saat itu sebagai sebuah negara baru Indonesia mencoba mengadopsi sebuah system negara yang mampu mengakomodir seluruh elemen dan bagian yang ada.

Partai Masjumi
Partai Masjumi

Kabinet Presidential yang dibentuk pasca Proklamasi hanya berumur 40 hari  2 September – 14 November 1945 yang digantikan dengan Kabinet Parlementer diawali dengan Kabinet Sjahrir I, 14 November 1945 – 12 Maret 1946 dengan menteri-menteri dari orang-orang yang tidak pernah bekerjasama dengan Balatentara Djepang untuk menangkis kecaman pihak sekoetoe yang menganggap kemerdekaan Indonesia adalah hasil rekayasa Jepang (Made in Jepang). Namun, orang-orang menunjukan loyalitas dan kerjasamanya dengan Sekoetoe dan Belanda.

Sejalan dengan makna Kabinet Parlementer, pengangkatan menterinya disesuiakan dengan dukungan partai politik dalam KNIP. Demi memenuhi tujuan tersebut maka sistem satu partai : Partai Nasional Indonesia, melalui Makloemat 3 November 1945 Wakil Presiden, digantikan dengan Sistem Multi Partai.

Muncullah partai politik, ada yang menggunakan nama lama pada masa penjajahan Belanda  atau nama baru dengan pengertian belum pernah dikenal oleh rakyat pada masa penjajahan Belanda atau belum pernah didirikan pada masa pendudukan Jepang atau hari jadinya setelah 3 November 1945.
BACA SELENGKAPNYA “Mencatat Sejarah Masyumi”